Warga Binaan Terorisme di Lapas Cipinang jadi Paskibra Saat HUT RI

Jakarta, ST
Warga binaan terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang Jakarta Timur menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
“Perubahan warga binaan tindak pidana terorisme tidak cukup berhenti pada pernyataan formal, tetapi harus tumbuh menjadi kesadaran yang tercermin dalam sikap dan tindakan,”kata Kepala Lapas Kelas I Cipinang Syarpani di Jakarta, Senin (17/8).
Warga binaan yang dipercaya menjadi pasukan pengibar bendera, yakni MH, EF, dan AM. Ketiganya berada pada tahapan pembinaan yang berbeda. AM telah menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sementara EF dan MH menuju proses ikrar NKRI.
Bersama warga binaan lainnya kata dia, ketiganya mengambil bagian dalam pengibaran bendera Merah Putih sebagai ruang untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan.
“Kembali kepada NKRI bukan sekadar pernyataan, tetapi sebuah proses. Ketika nilai kebangsaan tumbuh dan diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta kemauan memberikan manfaat kepada orang lain, di situlah pembinaan menemukan maknanya,”jelas Syarpani.
Menurut dia, pembinaan warga binaan tindak pidana terorisme membutuhkan proses berkelanjutan melalui penguatan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, dan sosial.
“Perubahan tidak hanya dilihat dari ikrar yang diucapkan, tetapi juga dari kesediaan menjalani proses dan mengambil peran positif dalam kehidupan sehari-hari,”tuturnya.(man)
