Pembina Sekolah Model BGTK Sumsel Kunjungi TK Negeri Pembina Kayuagung

0

foto: Pembina Sekolah Model (ke-4 dari kanan) berfoto bersama Kabid PAUD, Pengawas, Kepala TK, Ketua Komite dan guru TK Pembina

Kayuagung, ST

Widyaiswara Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sumatera Selatan Disti Marlini SPd MSi selaku Pembina Sekolah Model telah melakukan kunjungan perdana dalam menganalisis baseline Sekolah Model Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Pembina Kayuagung, Kamis (13/8).

Kunjungannya disambut Kepala TK Pembina Yanti Marlina SPd, Ketua Komite TK Pembina Maniso SE, Pengawas Sekolah Musrokim SPd MSi, Kabid Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Desi Puspita SE MM dan staf serta seluruh guru dan tenaga pendidik di TK Negeri tersebut.

Kata Disti Marlini, Berdasarkan hasil analisis baseline Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) di TK Pembina Kayuagung, penguatan implementasi PM dan Pembelajaran Berpikir Komputasional serta Kecerdasan Artifisial (PBK-KA) diarahkan pada dua peningkatan, yakni keunggulan mengajar pendidik dan keunggulan belajar murid.

“Pada aspek pendidik, TK Pembina Kayuagung harus berfokus pada penguatan kemampuan mengajar secara efektif melalui pengelolaan pembelajaran yang berpusat pada murid, pemanfaatan teknologi secara kontekstual, serta pembiasaan refleksi pembelajaran,”kata dia.

foto: Pembina Sekolah Model, Pengawas, Kepala TK, Ketua Komite dan para guru berfoto bersama perwakilan murid usai lomba Agustusan

Sementara pada aspek murid sambungnya, penguatan diarahkan pada terbentuknya budaya belajar yang mendorong murid belajar secara berkesadaran, bermakna dan menggembirakan, termasuk melalui aktivitas eksplorasi, pemecahan masalah serta pengenalan konsep berpikir komputasional dan kecerdasan artifisial sesuai tahap perkembangan anak.

Untuk mendukung keberlanjutan perubahan tersebut, Kepala TK Pembina Kayuagung harus memperkuat keunggulan kepemimpinan melalui peningkatan kompetensi guru secara kolaboratif dalam Komunitas Belajar (Kombel) AKSI.

Kombel AKSI menjadi ruang bagi guru untuk berbagi praktik baik, merancang pembelajaran, melakukan refleksi, mencoba strategi pembelajaran PM dan PBK-KA, serta mendiskusikan hasil implementasinya di kelas.

Dengan demikian, pengembangan kompetensi guru tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menjadi proses belajar berkelanjutan yang terintegrasi dengan praktik pembelajaran sehari-hari.

“Melalui strategi tersebut, TK Pembina Kayuagung diharapkan bergerak dari kondisi baseline menuju pembelajaran yang semakin berpusat pada murid, reflektif, kontekstual dan bermakna, sekaligus membangun ekosistem sekolah yang mendukung implementasi PM dan PBK-KA secara bertahap dan berkelanjutan,”urainya.

“Penguatan guru melalui Kombel AKSI menjadi penggerak utama agar perubahan pada kualitas mengajar pendidik berdampak langsung pada peningkatan budaya dan pengalaman belajar murid,”tutup dia.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah menunjuk TK Negeri Pembina Kayuagung sebagai Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) tingkat nasional tahun 2026.

Terpilihnya TK Pembina sebagai Sekolah Model Implementasi PM dan KKA itu berdasarkan Surat Keputusan Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 tahun 2026. TK Pembina menjadi satu-satunya PAUD di Kabupaten OKI yang menjadi Sekolah Model.

Untuk di Sumatera Selatan, TK Maitreyawira Palembang juga terpilih. Sehingga, hanya ada dua TK di provinsi ini yang menjadi Sekolah Model Implementasi PM dan KKA. Secara nasional, ada 95 PAUD/TK yang juga dipilih kementerian.

Kepala TK Pembina Kayuagung Yanti Marlina SPd mengatakan, fungsi Sekolah Model yakni sebagai tolak ukur nyata penerapan PM dan KKA yang utuh, konsisten dan berkualitas tinggi.

“Juga sebagai Laboratorium Pembelajaran. Tempat menguji metode, strategi dan kebijakan baru dalam dunia pendidikan. Pusat Rujukan,  sumber belajar dan rujukan resmi bagi satuan pendidikan lain di sekitarnya,”ungkapnya.

Ketua Komite TK Pembina Kayuagung Maniso SE mengapresiasi terpilihnya TK tersebut sebagai Sekolah Model karena telah mengharumkan nama Kabupaten OKI di tingkat nasional. “Karena secara nasional, hanya 95 TK di Indonesia yang terpilih sebagai Sekolah Model. Jadi kita harus bangga dan mendukung program pendidikan di TK Pembina,”kata Ketua Komite.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *