Segera Hentikan “Ilegal Fishing” di Barito Utara

0

foto: Penangkapan ikan berlebihan termasuk ilegal Fishing

Muara Teweh, ST

Pemerintah Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan praktik illegal fishing atau penangkapan ikan dengan cara-cara yang dilarang dan merusak lingkungan.

“Jangan melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang merusak, seperti menggunakan setrum, bahan beracun, bahan peledak maupun alat tangkap yang dilarang,”kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Barito Utara Siswandoyo di Muara Teweh, Selasa (11/8).

Menurut dia, penggunaan bahan beracun, bahan peledak, obat bius, alat setrum maupun alat tangkap yang merusak dapat memberikan dampak serius terhadap kelestarian sumber daya perikanan.

Keberadaan ikan-ikan kecil dan bibit ikan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan di sungai maupun perairan lainnya. Jika penangkapan dilakukan secara tidak terkendali dan menggunakan cara yang merusak, maka populasi ikan dikhawatirkan terus mengalami penurunan.

“Kalau ikan-ikan kecil dan bibit ikan ikut mati, tentu dalam jangka panjang populasi ikan akan berkurang. Dampaknya bukan hanya terhadap ekosistem, tetapi juga terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sumber daya perikanan,”jelasnya.

Siswandoyo menegaskan, menjaga kelestarian sumber daya perikanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga sungai dan perairan tetap menjadi habitat yang baik bagi ikan dan biota air lainnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bahan atau obat bius, bahan beracun, bahan peledak, alat setrum maupun alat tangkap lainnya yang dapat merusak lingkungan dalam menangkap ikan.

Selain mengancam populasi ikan, praktik tersebut juga dapat merusak habitat dan ekosistem perairan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. “Mari kita bersama-sama menjaga sungai dan sumber daya ikan. Jangan hanya mengambil hasilnya, tetapi kita juga harus menjaga habitatnya agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan oleh anak cucu kita,”katanya.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *