Pasca Kasus Narkoba, Pegawai RSUD Sampang Dites Urine

foto: RSUD Sampang
Sampang, ST
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn Sampang Jawa Timur menggelar tes urine terhadap seluruh pegawai sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika setelah dua oknum terkait rumah sakit ditangkap dalam kasus Narkoba.
Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Sampang Andy A Hasan di Sampang, Minggu (26/7) mengatakan, tes urine dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus deteksi dini agar kasus serupa tidak terulang. “Saya tidak ingin kasus Narkoba terulang lagi, karena itu, sebagai upaya antisipasi kami melakukan tes urine,”katanya.
Andy menjelaskan, seluruh sampel urine telah dikirim ke RS Bhayangkara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Ia mengatakan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh tenaga kesehatan dan karyawan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Ke depan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh tenaga kesehatan dan karyawan bebas dari penyalahgunaan narkotika,”katanya.
Sebelumnya, seorang dokter umum berinisial M yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Mohammad Zyn Sampang bersama seorang juru parkir berinisial S diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Sampang terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Keduanya diamankan saat diduga menggunakan sabu dalam penggerebekan yang dilakukan petugas kepolisian. Menindaklanjuti kasus tersebut, Andy menegaskan, manajemen RSUD dr Mohammad Zyn Sampang menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika.
“Kami tidak ada toleransi terhadap pengguna narkoba. Siapa pun yang dinyatakan positif narkoba oleh pihak kepolisian, maka akan kami tindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”katanya.(man)
