Jasad ABK Kapal Jukung yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan

foto: Jasad ABK kapal Jukung (ilustrasi)
Palembang, ST
Tim SAR Palembang Sumatera Selatan menemukan jasad seorang anak buah kapal (ABK) jukung Putra Kelana yang dilaporkan hilang setelah terjatuh di Sungai Musi.
Kasi Operasi Kantor SAR Palembang Mancarah Wanto di Palembang, Senin (20/7) mengatakan, korban yakni Heriyanto (46) yang hilang sejak Sabtu (18/7) sekitar pukul 23.00 WIB, hari ini ditemukan sekitar pukul 07:00 WIB.
Korban ditemukan mengapung dan tersangkut di tumpukan eceng gondok di sekitar kawasan Jembatan Musi VI Palembang.”Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua,”katanya.
Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (18/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal jukung Putra Kelana yang berpenumpang dua orang sedang berlayar dari Dermaga Jembatan Ampera menuju Sungai Baung.
Di tengah perjalanan, korban berpamitan kepada rekannya untuk membuat kopi di bagian buritan kapal. Karena tak kunjung kembali, rekan korban memeriksa buritan kapal namun korban sudah tidak ada di lokasi dan diduga kuat terjatuh ke sungai.
Kantor SAR Palembang baru menerima laporan kehilangan tersebut pada Minggu (19/7) sekitar pukul 15.40 WIB, langsung menerjunkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR gabungan.
Pada hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir permukaan air secara visual seluas 10 Nautical Mile (NM²) menggunakan rigid buoyancy boat (RBB), perahu karet dan speedboat.
SRU pertama melakukan pencarian ke arah timur sejauh 6 NM², sedangkan SRU kedua bergerak ke arah barat daya sejauh 4 NM² hingga akhirnya korban berhasil ditemukan. Jasad korban kini telah dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Ia mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat. Ia juga mengimbau para pengguna transportasi air untuk selalu mengutamakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung, selalu berhati-hati, dan menghindari aktivitas berisiko saat kapal sedang berlayar,”ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat yang mengetahui atau menghadapi situasi darurat dapat segera menghubungi Basarnas melalui layanan Emergency Call 115 yang dapat diakses gratis selama 24 jam.(win)
