Asosiasi Pesepeda Kritik Tes Doping Tengah Malam di Tour de France

Jakarta, ST
Asosiasi Pesepeda Profesional (CPA) meminta pelaksanaan tes doping yang lebih cerdas dan adil setelah sejumlah peserta Tour de France 2026 dibangunkan pada tengah malam untuk menjalani pemeriksaan.
CPA menegaskan, dukungannya terhadap pemberantasan doping yang kuat, kredibel dan efektif. Namun, organisasi itu mempertanyakan relevansi pemeriksaan yang dilakukan ketika para pembalap sedang beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh.
“Pemeriksaan pada malam hari menimbulkan pertanyaan mengenai relevansinya. Mengganggu waktu istirahat mereka di tengah malam untuk menjalani pemeriksaan kini memerlukan pertimbangan serius,”demikian pernyataan CPA dilansir dari Cyclingnews.
Sorotan tersebut muncul setelah Jonas Vingegaard dibangunkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Minggu (19/7) dini hari, menjelang etape pegunungan menuju Plateau de Solaison. Tadej Pogacar kemudian menjalani pemeriksaan serupa sekitar tiga jam setelahnya.
Pogacar dan Vingegaard bukan satu-satunya pembalap yang menjadi sasaran pemeriksaan. Sedikitnya lima tim lain juga didatangi petugas untuk menjalani tes pada atau sebelum pukul 05.00 waktu setempat.
Pelaksanaan tes pada waktu tersebut tidak lazim karena peraturan Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada umumnya membatasi pemeriksaan dalam rentang pukul 06.00 hingga 23.00.
Meski demikian, pemeriksaan tengah malam dapat digunakan untuk mendeteksi zat peningkat performa yang cepat hilang dari aliran darah. Zat yang dikonsumsi sebelum tidur berpotensi tidak lagi terdeteksi ketika pemeriksaan dilakukan dalam rentang waktu normal.
CPA menilai otoritas anti-doping seharusnya lebih banyak berinvestasi pada penelitian dan pengembangan teknologi pendeteksian dibandingkan menjadikan pemeriksaan tengah malam sebagai kebiasaan.(gol)
