Ayah dan Anak Hilang Saat Berburu di Hutan Semangga Merauke

foto: Hutan Semangga di Merauke
Jayapura, ST
Kepala SAR Merauke Rudi mengatakan, tim SAR gabungan masih mencari dua warga yang dilaporkan hilang saat berburu di hutan Semangga 40 Merauke Papua Selatan. Dua orang yang dilaporkan hilang sejak Jumat (18/9) yakni Agustap Injoroweri (55 thn) dan anaknya Setoeiroi Injoroweri (11 thn).
“Tim gabungan yang terdiri dari personel SAR dan BPBD Merauke, Polsek Tanah Miring serta Babinsa Semangga, Sabtu pagi (19/9) kembali melakukan pencarian,”kata Kepala SAR Merauke Rudi, Sabtu (19/9) pagi.
Rudi mengatakan, awalnya warga setempat Yohanes Bombong melaporkan kedua korban sejak Jumat pagi (18/9) sekitar pukul 06.00 WIT pergi berburu menggunakan sebuah kendaraan roda empat.
Setibanya di lokasi, kendaraan diparkir di pinggir jalan dan keduanya berjalan masuk ke dalam Hutan Semangga 40. Namun hingga malam, belum juga keluar dari hutan dan keberadaannya tidak diketahui, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Basarnas Merauke.
Lokasi kejadian perkara (LKP) diperkirakan berada pada koordinat 8°24′.989″S – 140°28′.769″E, atau berjarak sekitar 13,77 Km dengan radial 33.16° arah Timur Laut dari Kantor Basarnas Merauke, dengan estimasi waktu tempuh darat sekitar 60 menit.
Setelah menerima laporan kata Rudi, tim rescue yang berjumlah delapan ke LKP dan berkoordinasi untuk melakukan pencarian Sabtu (19/9) .
Tim SAR yang diturunkan untuk melakukan pencarian itu dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti kendaraan roda empat dan dua, drone thermal, HP Satelit, peralatan komunikasi Handy Talky (HT), Handy GPS, serta sarana pendukung pencarian lainnya.
Menurutnya, saat ini cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan dengan arah angin dari Timur hingga Tenggara berkecepatan 10–30 km/jam. “Tim gabungan saat ini melakukan pencarian dengan memanfaatkan teknologi thermal drone dan penyisiran area hutan,”kata Rudi.(Man)
