BNPB Apresiasi Kesiapsiagaan PT BMH Hadapi Karhutla, APP Group Ciptakan Sambunesia

0

foto: Ketua Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir Ary Laksmana Widjaja SH MSi berkoordinasi dengan manajemen perusahaan terkait penanganan dan sebaran Karhutla akhir pekan lalu.

Kayuagung, ST
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengapresiasi kesiapsiagaan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di area operasional perusahaan dan sekitarnya.

Ketua Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir Ary Laksmana Widjaja SH MSi mengatakan, tim BNPB yang dipimpinnya telah melakukan kegiatan pendampingan penanganan Karhutla di OKI yang difokuskan pada wilayah terbanyak titik apinya (FS), yakni di Kecamatan Cengal dan Kecamatan Pangkalan Lampam.

“Dua kecamatan ini merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT Bumi Makmur Hijau yang ditanami pohon Akasia dan saat ini kondisi siap panen sebagai bahan baku pembuatan kertas dan tisu. Kawasan sekitar di luar konsesi diduga sebagai penyebab atas sumber awal api,”jelas Ary Laksmana, Rabu (9/9).

Foto: “Sambonesia”, alat untuk memadamkan api di lahan gambut. Bagian atas ada semprotan air, sedangkan bagian bawahnya menusuk ke dalam tanah gambut untuk injeksi air guna pembasahan serta mematikan api yang ada di gambut

Kata dia, pihak perusahaan sudah melaksanakan kolaborasi dan sinergi pada tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. PT BMH telah memilIki sarana, prasarana serta personel yang dipersiapkan untuk melakukan penanggulangan Karhutla pada wilayah konsesi serta menangani juga kejadian Karhutla yang berada pada radius 5Km dari batas pinggir lahan konsesi.

Tim BNPB beberapa hari lalu juga meninjau langsung pusat penanganan Api (Fire Base) dan Command Center di Kecamatan Pangkalan Lampam. Penanganan Karhutla dilakukan dalam bentuk Operasi Darat dengan pengerahan personel (Regu Pemadam Kebakaran/RPK), alat pemadam kebakaran, alat angkut personel, alat berat (excavator), pompa sentrifugal, alat pemadam kebakaran lahan gambut (Sambunesia).

Sambunesia atau Sambunesia Nozzle diciptakan seorang General Manager di perusahaan APP Group dan banyak digunakan serta didukung oleh unit usaha di bawah naungan APP Group dan Mitra Pemasoknya. Sambunesia merupakan produk APP Group berupa alat khusus pencegahan dan pemadaman kebakaran lahan gambut.

foto: Pengarahan kepada personel BPBD OKI tentang Satgas Tanggap Darurat Karhutla, Jumat (5/9/2026) di Kantor BPBD OKI sekaligus Posko Terpadu Penanganan Karhutla 2026

Alat ini pada prinsipnya merupakan semprotan air yang dirancang untuk mampu melakukan penyemprotan di udara ke arah lurus, penyemprotan berputar serta penyemprotan ke dalam tanah dengan cara injeksi. Operasional alat ini harus didukung dengan mesin pompa dan selang air.

Berdasarkan peninjauan di lapangan katanya, alat ini dinilai sangat efektif untuk mencegah serta menangani kebakaran di lahan gambut. Bahkan pihak PT BMH telah memiliki MoU Penanggulangan Karhutla dengan Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya.

“Dengan upaya serta kesiapsiagaan yang digelar PT BMH (Mitra Pemasok APP Group), ini menunjukan adanya keseriusan dalam ikut membantu kegiatan pencegahan dan penanganan Karhutla, bahkan mereka ikut membantu dalam pemadaman titik api di luar wilayah konsesi sejauh 5Km dari perbatasan lahan mereka,”puji Ary Laksmana.

foto: Pemadaman api di lahan gambut

Pihak perusahaan kata dia, juga memiliki masyarakat peduli api (MPA) yang kesemuanya dilaksanakan secara sinergi dengan unsur TNI Polri di lapangan. Kemudian penggelaran Operasi Udara menggunakan 4 (empat) unit Helly Water Bombing (WB) untuk pemadaman dari udara, khususnya ke posisi firespot yang sulit dijangkau dengan jalan darat. Pergerakan dari unit Helly WB dikoordinasikan dengan pihak Base Ops TNI AU di Palembang.

Sebelumnya, Bupati OKI H Muchendi Mahzareki SE MSi mengatakan, luas wilayah serta karakter lahan OKI yang banyak berupa rawa dan gambut membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha. “OKI memiliki wilayah yang sangat luas dan karakter lahan yang sebagian besar berupa rawa dan gambut. Karena itu, kami membutuhkan penguatan kolaborasi, personel, sarana prasarana dan deteksi dini,”ujar Muchendi.

Menurut Muchendi, dukungan perusahaan menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan pengendalian karhutla di OKI. Sejumlah perusahaan telah membentuk dan menyiagakan personel serta regu inti untuk mendukung penanganan di lapangan.

“Perusahaan juga kami dorong untuk mengambil peran. Saat ini telah dibentuk 176 personel KTPA dan 1.470 regu inti perusahaan yang siap mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,”katanya.(man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *